<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kuboconcept</title>
	<atom:link href="http://kuboconcept.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kuboconcept.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah cerita tentang seorang anak manusia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Mar 2010 13:40:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kuboconcept.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kuboconcept</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kuboconcept.wordpress.com/osd.xml" title="Kuboconcept" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kuboconcept.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>UN bukanlah ujian [yang sebenarnya]</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2010/03/31/un-bukanlah-ujian-yang-sebenarnya/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2010/03/31/un-bukanlah-ujian-yang-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 13:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Competition]]></category>
		<category><![CDATA[GoBlog]]></category>
		<category><![CDATA[Karisma ITB]]></category>
		<category><![CDATA[simulasi hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ujian hidup]]></category>
		<category><![CDATA[UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Maret adalah bulan yang sangat menegangkan bagi teman-teman kelas 9 (3 SMP) dan 12 (3 SMA), soalnya di bulan ini mereka menghadapi Ujian Nasional (UN). Ujian yang mengevaluasi hasil belajar selama 3 tahun terakhir. Hampir semua peserta UN dilanda ketegangan yang tentu saja bukan hanya saat ujian berlangsung, tapi jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu saat-saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=129&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/test.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-143" title="tes" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/test.jpg?w=300&#038;h=194" alt="" width="300" height="194" /></a></p>
<p>Bulan Maret adalah bulan yang sangat menegangkan bagi teman-teman kelas 9 (3 SMP) dan 12 (3 SMA), soalnya di bulan ini mereka menghadapi Ujian Nasional (UN). Ujian yang mengevaluasi hasil belajar selama 3 tahun terakhir. Hampir semua peserta UN <strong>dilanda ketegangan</strong> yang tentu saja <strong>bukan hanya saat ujian berlangsung, tapi jauh-jauh hari sebelumnya</strong>, yaitu saat-saat persiapan menghadapi UN. Bisa kita lihat dari status-status facebook mereka: &#8220;Atulah, naha kudu aya UN sih?&#8221;,&#8221;UN bentar lagi @_@&#8221;,&#8221;Daripada ngerjain UN, mendingan maen PS da&#8230;&#8221;, dll.</p>
<p>Sebenaranya jika kita<strong> lihat lebih dalam peristiwa UN</strong> ini, <strong>ada pelajaran yang sangat berharga yang bisa kita ambil</strong>. Kita sering lupa bahwa sebenarnya<strong> hidup ini adalah sebuah ujian</strong> bagi kita semua. Dan peristiwa <strong>UN ini menjadi sebuah simulasi hidup yang amat sangat baik sekali bagi yang pernah menjalaninya</strong>.</p>
<p>Jika kita ingat-ingat saat menghadapi UN, ada beberapa hal yang kita<strong> lakukan dan rasakan</strong> agar dapat <strong>sukses menghadapi UN</strong>. Dari sana kita dapat mengambil pelajaran bahwa <strong>dalam menjalani ujian hidup ini pun kita seharusnya melakukan dan merasakan hal yang serupa agar hidup kita sukses</strong>. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p><span id="more-129"></span></p>
<p style="padding-left:30px;">1. <strong>Ketahui dan mengerti materi yang akan diujikan</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Jelas kita harus tau materi apa aja yang bakal diujikan di UN karena soal-soal yang akan keluar pastilah hanya dari bab-bab yang sudah ditentukan saja. Juga bukan sekedar tau saja,tapi juga harus ngerti dan bisa ngerjain soal-soalnya biar dapet nilai bagus.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Begitu pun halnya dalam kehidupan ini</em>.<br />
Kita harus tau hal-hal apa aja yang jadi kewajiban kita saat hidup di dunia ini. Ibadah-ibadah wajib apa yang harus kita laksanakan, ibadah-ibadah sunah apa yang dapat menambah pahala kita, dll. Bukan sekedar tau, tapi juga harus melaksanakan semuanya dengan baik dan benar. Tentunya agar kita selamat dunia dan akherat.</p>
<p style="padding-left:30px;">2. <strong>Saling bekerja sama</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Belajar kelompok adalah salah satu jurus paling jitu agar bisa lulus UN dengan baik. Melalui balajar kelompok, kita akan lebih mudah dan lebih cepat dalam memahami materi-materi yang akan diujikan sehingga mempermudah kita dalam menghadapi soal-soal UN.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Begitu pun halnya dalam kehidupan ini.</em><br />
Kita sering mendengar istilah &#8220;Manusia adalah makhluk sosial&#8221;, artinya kita tidak hidup sendirian. Kita harus saling membantu dalam menjalani kehidupan ini. Ga boleh egois, sombong, maunya menang sendiri, merasa paling jago, ga mau berbagi dan menolong orang tak berdaya. Jangan lupa bahwa semua nikmat ini hanyalah titipan dari Allah SWT. Ingatlah bahwa hakikat dari adanya perbedaan adalah agar kita bisa saling tolong menolong dalam menuju kesuksesan dunia dan akherat bersama-sama.</p>
<p style="padding-left:30px;">3. <strong>Merasa was-was</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Tidak dapat dipungkiri bahwa hari-hari sebelum UN adalah hari-hari yang menegangkan dan menakutkan. Takut ga lulus lah, takut ga bisa ngerjain lah, takut lembar jawaban sobek lah, takut tiba-tiba mules pas ujian lah, dan takut-takut lainnya.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Begitu pun halnya dalam kehidupan ini.</em><br />
Orang yang benar-benar beriman tentunya akan selalu was-was dalam hidupnya. Takut ajal tiba-tiba datang, takut amal-amalnya tidak diterima, dll. Sehingga setiap jam, setiap menit, setiap detik hanya diisi dengan melaksanakan segala perintah-Nya.</p>
<p style="padding-left:30px;">4. <strong>Ikuti aturan yang berlaku</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Sebelum UN biasanya kita diberikan penjelasan mengenai aturan-aturan yang harus kita patuhi saat ujian. Aturan ini mutlak harus dipatuhi jika ingin sukses menjalani UN. Percuma meskipun kita tau jawaban yang benar dari setiap soal tapi kita mengisi lembar ujian menggunakan crayon atau cat air,  tentu saja lembar jawabannya tidak akan diproses sehingga otomatis dianggap salah. Atau pergi ke tempat ujian pake kemeja pantai, celana pendek, sendal capit, plus kacamata hitam, dijamin diusir sama penjaga sekolah plus diteriaki &#8220;orang gila!&#8221;.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Bagitu pun halnya dalam kehidupan ini.</em><br />
Ada aturan-aturan yang harus kita patuhi agar selamat dunia akherat. Beribadah itu ada aturannya. Misal, sholat subuh itu dua rakaat, jangan mentang-mentang udah mandi jadi masih seger, trus kita sholat subuhnya 12 rakaat, bukannya dapet bonus pahala, yang ada sholat subuhnya ga diterima sama sekali. Ya, semua ada aturannya, ga usah lebay, ga usah bingung. Semua telah diatur agar kita selamat dunia dan akherat.</p>
<p style="padding-left:30px;">5. <strong>Hasil kerjaan kita akan dievaluasi</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Beberapa hari setelah UN, lembar jawaban kita akan diperiksa dan diumumkan nilainya. Semua peserta tentunya berharap mendapat nilai yang baik karena nilai inilah yang akan menentukan kita lulus UN atau tidak.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Begitu pun hal nya dalam kehidupan ini.</em><br />
Seringkali kita lupa bahwa segala perbuatan kita akan diperhitungkan. Kita terlena berbuat buruk tanpa merasa itu salah dan tanpa takut akan hari pembalasan, padahal segala perbuatan yang kita lakukan di dunia, suatu saat nanti akan dievaluasi, apakah lebih banyak berbuat baiknya, atau justru lebih banyak berbuat buruknya. Dan hasil perhitungan inilah yang akan menentukan tempat manakah yang layak untuk kita, surga kah? atau malah neraka?</p>
<p>Tentu saja <strong>UN tidak sepenuhnya mirip dengan sistem ujian hidup kita</strong>. Misalnya, sistem penilaian UN yang hanya bergantung pada hasil tidak peduli pada proses, sedangkan dalam hidup ini proses lah yang paling penting karena hasil hanyalah kuasa Allah SWT, dan masih ada lagi perbedaan-perbedaan lainnya. Tapi meskipun begitu, <strong>UN telah memberikan kepada kita sebuah pengalaman yang baik tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi sebuah ujian</strong>.</p>
<p><em>Jangan lupa bahwa hidup kita ini pada hakikatnya adalah sebuah ujian. Jadi mari kita hadapi hidup ini sebagaimana selayaknya kita sedang menghadapi sebuah ujian super besar. Agar kita dapat selamat dunia dan akhirat. Amin&#8230;</em></p>
<p><em><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/banner1-300x268.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-144" title="syarat lomba" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/banner1-300x268.jpg?w=300&#038;h=268" alt="" width="300" height="268" /></a><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=129&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2010/03/31/un-bukanlah-ujian-yang-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/test.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/banner1-300x268.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">syarat lomba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1001 jalan</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2010/03/02/1001-jalan/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2010/03/02/1001-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 15:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idealitas]]></category>
		<category><![CDATA[1001 jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jalan terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[jangan meniru]]></category>
		<category><![CDATA[kenali diri]]></category>
		<category><![CDATA[temukan jalan sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering mendapatkan semacam tips-tips yang sudah terbukti jitu untuk mencapai sesuatu, baik dari buku, training, teman, atau dari mana pun. Namun seringkali juga kita mendapati bahwa kita tidak lebih baik setelah menjalankannya, keadaan tidak sebaik yang dialami si pemberi tips tersebut. Apa gerangan yang terjadi?Suatu ketika saya mengikuti sebuah training motivasi yang dibawakan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=116&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/1001-jalan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-122" title="1001 jalan" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/1001-jalan2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Kita sering mendapatkan semacam tips-tips yang sudah terbukti jitu untuk mencapai sesuatu, baik dari buku, training, teman, atau dari mana pun. Namun seringkali juga kita mendapati bahwa kita tidak lebih baik setelah menjalankannya, keadaan tidak sebaik yang dialami si pemberi tips tersebut. Apa gerangan yang terjadi?<span id="more-116"></span>Suatu ketika saya mengikuti sebuah training motivasi yang dibawakan oleh seorang trainer terkemuka di Indonesia. Training ini bertujuan untuk membuat peserta menjadi seorang pengusaha sukses. Entah mengapa saya merasa ada yang janggal. Training ini hanya berisi kisah perjalanan sang trainer dalam mencapai kesuksesan yang telah ia raih. Saya merasa training ini seperti ulasan biografi sang trainer. Terlebih ketika dia menjabarkan secara detil mengenai langkah-langkah yang ia tempuh. Terasa dengan jelas bahwa dia ingin menyampaikan &#8220;lakukan apa yang telah ku lakukan, maka kau akan sukses seperti aku&#8221;.</p>
<p>Hal seperti itulah yang saya pikir menyebabkan seseorang tidak mencapai kesuksesan seperti yang telah diraih panutannya. <strong>Meniru kesuksesan seseorang tidak berarti harus berjalan melalui jalur yang persis dilalui oleh orang tersebut</strong>. Poin pentingnya bukan pada apa yang dia lakukan, tapi pada apa esensi dibaliknya.</p>
<p>Ibarat ada seseorang, kita sebut Andi, yang ingin mencapai suatu tempat, tentu saja tidak hanya ada satu jalur untuk mencapai tempat tersebut. Ada jalur darat biasa, jalur hutan, jalur air, jalur gersang, dan jalur-jalur lainnya. Tiap-tiap jalan memiliki karakter masing-masing. Sekarang pertanyaannya, jalur mana sebaiknya yang ditempuh Andi? Dengan logika sederhana kita dapat menjawab, <strong>jalur yang terbaik baginya adalah jalur yang sesuai dengan kemampuan yang dia miliki</strong>, artinya setiap orang sangat mungkin berbeda jalur terbaiknya karena kemampuan setiap orang berbeda-beda. Jika kemudian terdapat orang, kita sebut Budi, yang pernah mencapai tempat tersebut dengan sangat baik dan Budi membagi ceritanya kepada Andi, cerita tersebut dapat menjadi inspirasi yang baik bagi Andi, tapi sangat salah jika kemudian tanpa pertimbangan yang matang, Andi langsung memilih jalur yang sama dengan jalur yang Budi tempuh dengan alasan jalur tersebut sudah &#8220;teruji&#8221; karena sudah terbukti membawa seseorang (Budi) mencapai tempat tersebut dengan baik, padahal kemampuan Andi dan Budi belum tentu sama, bahkan sangat kecil kemungkinannya unuk sama. Misalkan Budi mengambil jalur sungai, mungkin Budi mengambil jalur itu karena dia sangat pandai berenang, tapi Andi sama sekali tidak bisa berenang, sehingga memilih jalur sungai yang sudah &#8220;teruji&#8221; akan menjadi petaka bagi Andi.</p>
<p>Kita tahu bahwa manusia diciptakan secara &#8220;unik&#8221; oleh Allah. Tidak ada yang persis sama satu pun, bahkan bagi kembar identik sekalipun. Maka kemampuan, kelebihan, sifat, dan pribadinya pun pasti berbeda satu sama lain. Sehingga jika kita melihat ilustrasi sebelumnya, jalur terbaik kita menuju suatu tujuan pun pasti sudah Allah persiapkan secara &#8220;unik&#8221;.</p>
<p>Jadi berhati-hatilah, seringkali masyarakat kita menganggap jalur yang sudah &#8220;teruji&#8221; adalah jalur terbaik bagi semua orang sehingga hampir semua orang memilih jalur tersebut dan menganggap orang yang memilih jalur lain tidak akan pernah mencapai tujuan, padahal hal tersebut salah besar. Sebagi contoh, dalam anggapan masyarakat, untuk menjadi sukses itu harus dimulai dari meniti ilmu di tempat pendidikan formal, dari mulai SD sampai minimal bergelar S1, padahal kita tahu bahwa terdapat banyak sekali orang-orang yang super sukses tapi sama sekali tidak memiliki gelar sarjana, bahkan sebagian dari mereka tidak tamat sekolah, artinya bagi sebagian orang, kuliah adalah jalan yang terbaik menuju kesuksesan, tapi bagi sebagian yang lain kuliah justru menghambat menuju kesuksesan.</p>
<p>Jadi, kisah sukses orang lain boleh menjadi inspirasi kita, tapi bukan untuk ditiru mentah-mentah. Jangan pernah menjadi orang yang hanya ikut-ikutan, yakini betul bahwa langkah yang kita ambil adalah langkah terbaik bagi kita.</p>
<p><strong>Kenali diri. Temukan jalur sendiri.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=116&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2010/03/02/1001-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2010/03/1001-jalan2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1001 jalan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mengikis budaya sendiri</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2009/10/24/mengikis-budaya-sendiri/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2009/10/24/mengikis-budaya-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 10:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[asing]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[nasi timbel]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian budaya]]></category>
		<category><![CDATA[steak]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu kita mendapat kabar gembira bahwa batik diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh badan pendidikan dan kebudayaan dunia (UNESCO). Sesuatu yang sangat membanggakan tentunya. Beberapa waktu sebelumnya penggunaan batik cukup marak karena sedang santer masalah peng-klaim-an batik oleh malaysia. Namun sebelum terjadi masalah peng-klaim-an itu, seringkali batik hanya dianggap sebagai sebuah &#8220;seragam&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=71&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2009/10/zidan-batik.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-104" title="zidan dan SBY" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2009/10/zidan-batik.jpg?w=300&#038;h=217" alt="zidan dan SBY" width="300" height="217" /></a>Beberapa waktu yang lalu kita mendapat kabar gembira bahwa batik diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh badan pendidikan dan kebudayaan dunia (<strong>UNESCO</strong>). Sesuatu yang sangat membanggakan tentunya. Beberapa waktu sebelumnya penggunaan batik cukup marak karena sedang santer masalah <strong>peng-klaim-an batik oleh malaysia</strong>. Namun sebelum terjadi masalah peng-klaim-an itu, seringkali batik hanya dianggap sebagai sebuah <strong>&#8220;seragam&#8221;</strong> pelengkap dalam acara-acara adat resmi seperti pernikahan, syukuran, khitanan, dll tanpa memandang batik sebagai salah satu warisan kekayaan budaya bangsa kita sehingga  mungkin <strong>tidak sedikitpun terasa kebanggaan</strong> saat memakainya.</p>
<p>Batik hanya salah satu dari sekian banyak budaya yang dimiliki bangsa kita. Kejadian hampir &#8220;dicuri&#8221;nya batik oleh bangsa lain sangat mungkin terjadi pada budaya-budaya kita yang lainnya. Sayangnya seringkali kita tidak sadar akan hal itu. Setelah terancam &#8220;dicuri&#8221;, baru lah kita ngamuk-ngamuk.</p>
<p>Kita seringkali tidak sadar bahwa <strong>gaya hidup</strong> kita sendiri lah sebenarnya yang membuat kita &#8220;kehilangan&#8221; budaya kita. Mirisnya lagi, <strong>kita bangga melakukannya</strong>.</p>
<p><span id="more-71"></span>Kita seringkali memiliki anggapan bahwa <strong>budaya luar jauh lebih keren, lebih funky, lebih oke daripada budaya sendiri</strong>. Bahkan seringkali <strong>budaya sendiri dianggap kuno, kampungan</strong><em><strong>,</strong></em><strong> </strong><em><strong>katrok</strong>. </em>Dulu sebelum ada gembar-gembor masalah batik ini, kalo saya kuliah pake batik selalu ditanya &#8220;Mau ke ondangan bo?&#8221; (dengan nada menyindir), sebenernya sekarang juga sih, tapi kalo sekarang saya bisa dengan mudah menjawabnya dengan j<strong>awaban yang akan balik menyindir mereka </strong> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Anggapan seperti inilah yang sedikit-sedikit akan mengikis budaya kita.</p>
<p>Salah satu contoh konkret, suatu saat kita akan makan bersama teman-teman di sebuah cafe, kemudian kita menemukan dua menu ini:</p>
<p><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2009/10/menu-siap1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-106" title="menu siap" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2009/10/menu-siap1.jpg?w=500&#038;h=192" alt="menu siap" width="500" height="192" /></a></p>
<p>dengan harga yang sama yaitu Rp 20.000. Lalu menu mana yang akan kita pilih? Saya yakin <strong>kebanyakan dari kita akan memilih steak</strong> karena kita akan terlihat lebih modern daripada memilih menu nasi timbel yang akan terlihat kampungan.</p>
<p>Masakan juga merupakan warisan budaya bangsa, kita lihat bagaimana cafe yang menawarkan makanan-makanan luar jauh lebih diminati dibandingkan makanan-makanan lokal. Seringkali kita memilih makanan lokal <strong>bukan karena kita memang memilih</strong><strong>, tapi karena keadaan &#8220;memaksa&#8221;</strong>, bisa karena tempatnya yang dekat, tidak ada lagi masakan yang lain, atau harganya yang jauh lebih murah, sehingga saat kita dihadapkan dengan kondisi dimana kedua masakan tersebut disandingkan sejajar. Maka kita akan memilih masakan luar tersebut. <strong>Jika seperti ini terus, maka suatu saat nanti nasi timbel akan segera hilang dari peredaran</strong> karena para pengusaha tempat makan tidak mau menjual makanan yang tidak laku dijual. Lalu saat Nasi Timbel ini akan &#8220;dicuri&#8221; bangsa lain, baru kita <em>sewot </em>ga mau nerima. </p>
<p>Salah satu contoh kecil ini memperlihatkan pada kita bahwa <strong>sebegitu tidak pedulinya kita pada budaya bangsa sendiri yang akan berakibat pada terkikisnya budaya ini</strong>. Jika kita perhatikan hal-hal yang lain, seperti budaya pakaian, budaya bersosialisasi, budaya berkehidupan, budaya adat, budaya seni, dll maka akan kita dapati bahwa sikap-sikap kita seringkali membuat budaya sendiri terhapuskan dan menggantinya dengan budaya bangsa lain. </p>
<p>Marilah bersama-sama kita sadari <strong>bahwa kebudayaan yang kita miliki adalah sebuah warisan yang sangat berharga dan merupakan suatu kebanggaan saat kita dapat ikut andil melestarikannya</strong>.</p>
<p>Marilah kita lestarikan budaya bangsa, karena inilah <strong>jati diri</strong> kita&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=71&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2009/10/24/mengikis-budaya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2009/10/zidan-batik.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">zidan dan SBY</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2009/10/menu-siap1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">menu siap</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>setelah sekian lama&#8230;</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2009/10/24/setelah-sekian-lama/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2009/10/24/setelah-sekian-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 07:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[liar]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama tidak menulis di blog (hampir setahun,wow), akhirnya saya berniat kembali untuk menulis di blog ini. Alhamdulillah. Namun, saya sendiri masih bingung pada tujuan saya menulis di blog ini karena sedikitpun saya tidak berambisi untuk menjadikan blog ini dibaca oleh banyak orang, meskipun saya juga akan tetap senang jika itu terjadi . Makanya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=78&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama tidak menulis di blog (hampir <strong>setahun</strong>,wow), akhirnya saya berniat kembali untuk menulis di blog ini. Alhamdulillah.</p>
<p>Namun, saya sendiri masih bingung pada <strong>tujuan saya menulis di blog</strong> ini karena sedikitpun saya <strong>tidak berambisi</strong> untuk menjadikan blog ini dibaca oleh banyak orang, meskipun saya juga akan tetap senang jika itu terjadi <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Makanya, saya ga pernah  seperti blogger lain yang memublikasikan blog mereka di <em>signature</em> email, postingan forum, status facebook, biodata, dll.</p>
<p>Mungkin karena isi kepala saya yang terlalu &#8220;aneh&#8221; bagi kebanyakan orang. Makanya tiap bikin postingan di forum-forum(khususnya tentang hal-hal yang serius), biasanya banyak <strong>ditentang, bahkan dicibir</strong>. Ah, sudahlah, biarkan saja. Toh tiap orang punya kebebasan berpendapat, asalkan sesuai dengan etika.</p>
<p>Tapi meskipun begitu, saya akan berusaha untuk tetap menulis di blog ini dengan tujuan <strong>agar buah pemikiran saya sehari-hari dapat terdokumentasikan</strong> karena biasanya jika tidak dituliskan, ide-ide brilian datang dan pergi begitu saja dan parahnya lagi seringkali <strong>sulit untuk dipanggil kembali</strong>. <strong>Semoga dengan menulis disini dapat mengasah otak saya lebih baik dan dapat menjadi peti harta yang akan sangat berguna di hari esok</strong>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=78&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2009/10/24/setelah-sekian-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kuliah untuk uang</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/11/06/kuliah-untuk-uang/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/11/06/kuliah-untuk-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 04:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini saya merasa semakin geram dengan obrolan para mahasiswa ITB, khususnya mahasiswa-mahasiswa yang menempuh studi di jurusan-jurusan yang katanya favorit. Mungkin dikarenakan atmosfer kampus yang dipenuhi hawa-hawa dunia kerja, banyak mahasiswa yang sudah lulus dan sedang mencari kerja, banyak job-fair yang di gelar di kampus-kampus, banyak mahasiswa tingkat akhir yang gancar mencari beasiswa untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=59&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ee;text-decoration:underline;"><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/11/orang-dan-uang.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-96" title="mata duitan" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/11/orang-dan-uang.jpg?w=223&#038;h=300" alt="mata duitan" width="223" height="300" /></a></span></p>
<p>Akhir-akhir ini saya merasa semakin geram dengan obrolan para mahasiswa ITB, khususnya mahasiswa-mahasiswa yang menempuh studi di jurusan-jurusan yang katanya favorit. Mungkin dikarenakan atmosfer kampus yang dipenuhi hawa-hawa dunia kerja, banyak mahasiswa yang sudah lulus dan sedang mencari kerja, banyak job-fair yang di gelar di kampus-kampus, banyak mahasiswa tingkat akhir yang gancar mencari beasiswa untuk studi ke luar negeri, banyak scholar-fair yang diadakan di hotel-hotel, dan masih banyak lagi faktor penyebab lainnya yang menyebabkan pembicaraan mahasiswa belakangan ini seputar tempat kerja, jenis pekerjaan, gaji, para alumni yang sukses, dan hal-hal semacamnya.</p>
<p><span id="more-59"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebenarnya tidak ada masalah dengan itu semua, membicarakan itu semua sah-sah saja. Namun yang membuat saya geram adalah seakan-akan itu semua menjadi alasan utama mahasiswa merasa dirinya harus menempuh masa-masa kuliah. Padahal bukan disana esensinya. ITB didirikan bukan untuk membuat seseorang menjadi konglomerat setelah lulus kuliah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">ITB didirikan untuk mendidik seseorang menjadi <em>agent of change</em>,  seseorang yang akan memberikan kebahagiaan bagi rakyat negeri ini, seseorang yang akan berjuang untuk harga diri bangsa, seseorang yang akan memajukan bangsa ini. Sekali lagi, bukan hanya untuk mencetak konglomerat-konglomerat. Jika memang kemudian ketika dalam prosesnya sebagai <em>agent of change</em>, ia memperoleh banyak uang hingga menjadi konglomerat, tidak jadi masalah, namun perlu diingat bahwa juga <strong>tidak harus</strong> seperti itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari ini kita lihat bagaimana bobroknya Indonesia ini. Salah satu yang paling rusak adalah sektor industri yang tanpa disadari sedang membunuh pelan-pelan negeri kita ini. Pencemaran air, tanah, udara karena limbah industri yang tidak diolah sesuai prosedur bukan lagi hal yang aneh di negeri kita, pembangunan industri-industri di tempat-tempat yang semestinya bukan peruntukan industri menjadi pemandangan sehari-hari, dan banyak dampak-dampak negatif lain dari rusaknya sektor industri ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memangnya siapa yang mampu dengan lihainya <strong>“menyembunyikan”</strong> dampak-dampak ini selain insinyur-insinyur dengan tingkat intelektual yang tinggi semacam sarjana-sarjana ITB?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apakah mereka tidak menyadari akandampak negatif dari apa yang mereka lakukan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin tidak sadar sedangkan setidak-tidaknya setiap sarjana ITB telah mendapatkan kuliah tentang lingkungan ketika menjadi mahasiswa dulunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bukan, bukan tidak sadar, tapi <strong>tidak mau sadar</strong> karena jika mereka sadar maka cita-cita mereka ketika mahasiswa untuk memiliki gaji yang sangat besar akan sangat sulit untuk dicapai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Saya percaya bahwa jika saja sarjana-sarjana ITB sadar akan posisinya sebagai harapan bangsa ini, yang fokus pada usaha untuk memberikan kebahagiaan sejati bagi negeri ini, bukan malah hanya memikirkan dirinya sendiri, maka kebangkitan bangsa ini hanya tinggal menghitung hari saja.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=59&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/11/06/kuliah-untuk-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/11/orang-dan-uang.jpg?w=223" medium="image">
			<media:title type="html">mata duitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>menyesal</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/11/06/menyesal/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/11/06/menyesal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 04:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang sudah tahu bahwa penyesalan itu selalu datang di akhir. Semua orang sudah merasakan bagaimana rasanya secangkir penyesalan. Namun sayangnya tidak banyak orang yang mengambil pelajaran dari penyesalan yang telah ia rasakan. Padahal andai saja semua orang dapat mengambil pelajaran dari tiap penyesalan yang ia rasakan. Maka kesuksesan, kebahagiaan dunia dan akhirat bukanlah menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=56&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/11/menyesal2.jpg"><img class="size-medium wp-image-83 alignleft" title="menyesal" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/11/menyesal2.jpg?w=192&#038;h=300" alt="menyesal" width="192" height="300" /></a>Semua orang sudah tahu bahwa penyesalan itu selalu datang di akhir. Semua orang sudah merasakan bagaimana rasanya secangkir penyesalan. Namun sayangnya tidak banyak orang yang mengambil pelajaran dari penyesalan yang telah ia rasakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Padahal andai saja semua orang dapat mengambil pelajaran dari tiap penyesalan yang ia rasakan. Maka kesuksesan, kebahagiaan dunia dan akhirat bukanlah menjadi impian lagi.</p>
<p><span id="more-56"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Suatu ketika saya melihat seorang anak laki-laki, dari perawakannya sepertinya anak ini masih mengeyam pendidikan di SMP. Hal yang menjadi perhatian saya adalah dandanannya yang penuh dengan aksesoris di badannya. Dari mulai ujung rambut hingga unjung kaki, ia menggunakan barang-barang yang sedang trand di kalangan anak muda. Ketika melihat anak ini, rasanya saya merasakan sesuatu dalam diri saya. Saya merasa sedang melihat diri saya beberapa tahun yang lalu. Ya, beberapa tahun yang lalu saya adalah budak dari mode anak muda, mulai dari topi, baju, jaket, sabuk, kemeja, gelang, kaos kaki, sepatu, tas, bahkan tali sepatu mengikuti tren mode pada saat itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasanya malu&#8230;sekali jika ingat masa-masa itu, setiap kali berjalan rasanya ingin diperhatikan oleh orang lain karena saya merasa menjadi orang paling modis di tempat itu. Malu..malu..sekali. Rasanya menyesal telah menjadi anak seperti itu dahulu. Padahal saat itu rasanya bengga sekali seperti itu, tapi sekarang justru kebalikannya, jangankan bangga, rasanya ketika melihat anak yang seperti itu, kasihan sekali, menjadi budak mode, padahal untuk tetap mengikuti tren, menghabiskan banyak tenaga, uang, waktu, dan hal-hal lainnya tapi hasilnya hanya menakjubkan bagi kalangan yang sama- sama pengikut mode saja, tapi untuk orang yang lainnya, rasanya aneh melihatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya jadi ingat, ketika SD rasanya ingin cepat lulus agar segera menjadi siswa SMP. Tapi ketika telah menjadi siswa SMP, rasanya ingin kembali ke masa-masa SD dan ingin segera menjadi siswa SMA. Tapi ketika menjadi siswa SMA, rasanya ingin kembali ke masa-masa SMA dan ingin segera menjadi mahasiswa. Tapi ternyata ketika telah menjadi mahasiswa, rasanya ingin sekali kembali ke masa-masa SMA, dan ingin segera lulus dan bekerja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi kemudian saya manjadi berprasangka, jangan-jangan suatu saat nanti ketika saya telah lulus dan bekerja, saya akan merindukan untuk menjadi mahasiswa kembali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya menjadi mengerti, bahwa ada pelajaran penting dibalik setiap penyesalan, yaitu<strong> Boleh jadi apa yang kita lakukan saat ini pun akan kita rindukan atau bahkan kita sesali di kemudian hari, maka berjuanglah sekeras mungkin, nikmati masa-masa sekarang, seburuk apapun bagi kita, agar ketika tiba waktunya, kita tidak akan menyesal karena kita telah melakukan yang terbaik.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=56&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/11/06/menyesal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/11/menyesal2.jpg?w=192" medium="image">
			<media:title type="html">menyesal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mahasiswa intelek: mahasiswa impoten</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/10/14/mahasiswa-intelek-mahasiswa-mandul/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/10/14/mahasiswa-intelek-mahasiswa-mandul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 03:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu kala, saya seringkali terkagum-kagum pada aktifis-aktifis yang ada di kampus. Saya pikir mereka sangat luar biasa, hingga timbul pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya, bagaimana caranya mereka bisa mengeluarkan ide-ide seperti itu, bagaimana caranya mereka bisa mengeluarkan untaian kata-kata indah dari mulutnya, bagaimana caranya mereka bisa beraktifias seluarbiasa itu, dan pertanyaan-pertanyaan terkagum-kagum lainnya. Namun, suatu ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=47&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/10/itb1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-88" title="itb1" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/10/itb1.jpg?w=300&#038;h=187" alt="itb1" width="300" height="187" /></a>Dahulu kala, saya seringkali terkagum-kagum pada aktifis-aktifis yang ada di kampus. Saya pikir mereka sangat luar biasa, hingga timbul pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya, bagaimana caranya mereka bisa mengeluarkan ide-ide seperti itu, bagaimana caranya mereka bisa mengeluarkan untaian kata-kata indah dari mulutnya, bagaimana caranya mereka bisa beraktifias seluarbiasa itu, dan pertanyaan-pertanyaan terkagum-kagum lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun, suatu ketika saya menyadari sesuatu dibalik ini semua. Sebuah fakta yang tidak dapat terelakkan lagi</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Suatu ketika, saya terpaksa ada di kampus hingga malam karena ada suatu keperluan. Saat itu sekitar pukul delapan malam. Kemudian saya pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor. Sampai di komplek rumah saya sekitar pukul setengah sembilan. Beberapa blok sebelum sampai di rumah, kulihat beberapa pemuda-pemudi berkumpul di sebuah bangunan yang biasa di sebut Gedung RW karena bangunan ini merupakan balai pertamuan untuk kepentingan RW kami. Baru saya sadari bahwa malam itu akan diadakan rapat untuk melakukan pembahasan kegiatan peringatan kemerdekaan republik Indonesia yang akan dilaksanakan dalam beberapa minggu kedepannya. Akhirnya saya pun berhenti,menunda untuk pulang ke rumah untuk mengikuti rapat tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saat saya mengikuti rapat tersebut, saya tidak mendapati teman-teman dari kampus “gajah duduk” ITB. Hal yang sama ketika saya lihat diantara anak-anak SMA yang hadir, tidak ada anak SMA 3 Bandung. Bukan maksud untuk meng”kasta-kasta”kan pelajar dan mahasiswa. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa seringkali pelajar dan mahasiswa dari golongan “kasta tertinggi” seringkali menganut eksklusifitas. Merasa lebih baik dan memandang rendah pelajar dan mahasiswa dari “kasta” lainnya. Mungkin memang banyak yang tidak menyadari hal ini. Tapi sikap mereka benar-benar memperlihatkan bahwa mereka memang seperti itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Inilah fakta yang terjadi di lapangan. Saat itu adalah saat-saat sibuknya pemuda-pemudi di seantero negeri ini untuk menyiapkan perayaan 17-an. Malam-malam menjadi waktu berkumpulnya pemuda-pemudi untuk membahas perayaan yang akan mereka lakukan. Sepanjang jalan penuh dengan pemuda-pemudi yang berjualan untuk dana usaha kegiatan yang akan mereka lakukan, sebuah kegiatan yang seringkali diprotes oleh pengguna jalan yang mungkin juga sebenarnya tidak harus terjadi seandainya ada palajar dan mahasiswa yang lebih “terpelajar” diantara mereka yang dapat memberikan solusi yang jauh lebih baik daripada sekedar berjualan tidak jelas yang menganggu ketertiban lalu lintas. Tapi banyak diantara teman-teman saya di kampus “terbaik bangsa”, baik itu yang tergolong <em>study oriented</em>, ataupun bahkan yang termasuk aktifis organisasi, seharian berada di kampus, bahkan hingga larut malam. Dan apa yang mereka lakukan di sana adalah hal-hal yang tidak teralalu penting seperti ngobrol, main catur, main kartu, main ping-pong, main game komputer, dll. Padahal di luar sana, di sekitar tempat tinggal mereka, teman-temannya sedang menunggu ide-ide, pemikiran-pemikiran dari seorang yang lebih “terpelajar”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Situasi pada masa-masa perayaan 17-an ini dapat menjadi cermin pada apa yang terjadi selama ini di sekitar kita. Bahkan untuk sebuah kegiatan besar yang “wajib” diselenggarakan tiap tahun, para pelajar dan mahasiswa “kasta tertinggi” ini tidak mau ikut andil, berkontribusi, sebagai penyelenggara. Bagaimana untuk kegaiatan-kegitan lain seperti bakti sosial, kerja bakti, dll? Apalagi untuk mengatasi masalah yang ada di sekitarnya. Lalu untuk apa materi kontribusi yang selalu ada di ospek-ospek di kampus?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin orang-orang disekitar rumahnya berpikir “Wah, luar biasa anak ITB itu, pergi pagi buta, pulang larut malam, pasti dia sangat sibuk, melakukan banyak hal hebat di kampus terbaik bangsa”. Padahal, andai saja mereka melihat apa yang dia lakukan di kampus. Mungkin mereka akan berkata “Emh, kalo cuman gitu sih, anak kecil juga bisa”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=47&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/10/14/mahasiswa-intelek-mahasiswa-mandul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/10/itb1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">itb1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>laskar pelangi</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/10/14/laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/10/14/laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 03:38:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[  Pagi itu, sekitar pukul setengah sebelas, saya pergi ke BSM untuk membeli tiket film Laskar Pelangi di teater 21 BSM. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, film ini akan ditayangkan pukul 12.00 WIB, 14.15 WIB, dan entah pukul berapa lagi. Ketika sampai di depan pintu teater, saya terkejut, banyak sekali orang yang sedang mengantri di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=45&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/10/300px-laskar-pelangi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-86" title="300px-Laskar-Pelangi" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/10/300px-laskar-pelangi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="300px-Laskar-Pelangi" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pagi itu, sekitar pukul setengah sebelas, saya pergi ke BSM untuk membeli tiket film Laskar Pelangi di teater 21 BSM. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, film ini akan ditayangkan pukul 12.00 WIB, 14.15 WIB, dan entah pukul berapa lagi. Ketika sampai di depan pintu teater, saya terkejut, banyak sekali orang yang sedang mengantri di depan pintu, padahal saat itu teater belum di buka. Akhirnya setelah beberapa menit saya ikut mengantri di luar pintu, dibuka lah pintu teater 21, kemudian berhamburan orang-orang untuk kemudian mengantri di empat loket pembelian karcis di sana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kendati pun sudah banyak orang yang mengantri di sana hingga ke luar pintu teater, tapi loket pembelian karcis tidak langsung di buka. Beberapa menit kami menunggu, akhirnya di loket dibuka. Padahal saat itu saya berada di bagian tengah antrian. Tidak terlalu jauh dari loket pembelian. Tapi apa yang terjadi, ternyata tiket untuk jam 12.00 WIB sudah habis. Akhirnya saya membeli tiket untuk jam 14.15 WIB. Fiuh, ternyata film ini memang mendapat sambuatan yang sangat baik dari masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Filmnya cukup menyentuh. Tapi tentu saja saya tidak akan membahas isi film tersebut disini. Saya akan membahas satu fenomena dibalik kehadiran novel dan film Laskar Pelangi yang sedang hangat dibicarakan ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-45"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada beberapa hal yang salah timbul di masyarakat sebagai <em>feedback</em> dari kehadiran novel dan film laris seperti Laskar Pelangi:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>1. Banyak orang yang berkata pada dirinya “Andai saja saat ini aku berada di masa Laskar Pelangi, maka akan ku bantu SD muhammadiyah dengan segala yang aku miliki”</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perasaan ini sangat mungkin hadir khususnya ketika adegan Pa Harfan yang sedang berbincang-bincang dengan Pa Zul. Tapi jangan salah mengerti dengan perasaan saat itu karena kebanyakan perasaan itu muncul bukan semata-mata karena benar-benar ingin menolong yang lemah tapi hanya karena ingin ikut andil dalam sebuah cerita ngetop, ingin terkenal. Jika memang ingin membantu, masih banyak laskar-laskar pelangi lainnya yang hingga saat ini masih berjuang untuk bersekolah dalam kondisi yang sama, atau bahkan lebih buruk ketimbang laskar pelangi. Pernah mendengar tentang sekelompok anak SD yang harus menempuh jarak puluhan kilo setiap hari untuk mencapai sekolahnya, berjalan kaki, dan di suatu bagian jalan mereka harus melepas baju mereka agar tidak basah karena mereka harus berenang untuk menyebrangi sungai sambil memegangi tas dan pakaian mereka di atas kepala mereka agar tidak basah. Apakah kita telah membantu mereka? Atau kita mau menunggu hingga cerita tentang anak-anak ini diangkat menjadi novel atau filim?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>2. Banyak orang yang berharap dirinya adalah anggota Laskar Pelangi di masa kecilnya</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini adalah salah satu hal yang membuat banyak orang tidak pernah maju. Saya pernah menuliskannya dalam tulisan yang berjudul “nasib sang pengagum”. Saya tidak akan menjelaskan kembali tentang hal ini, tapi saya tekankan bahwa sebenarnya saya, anda, dan semua orang memiliki cerita yang sama menariknya dengan laskar pelangi. Hanya tinggal bagaimana kita memaknai apa yang telah terjadi pada diri kita selama ini. Andrea Hirata, adalah orang yang telah memaknai dengan baik kejadian yang telah menimpa dirinya, hingga menghasilkan sesuatu yang seakan luar biasa bagi banyak orang. Padahal jika kita mau memaknai segala apa yang terjadi pada diri kita, sebenarnya ada banyak kejadian luar biasa yang telah kita alami selama ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terakhir, saya menangkap dua hal penting setelah menonton film ini. Pertama pesan yang begitu kuat ingin disampaikan sang pembuat film melalui perkataan Pak Harfan, bahwa <strong>hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya</strong>. Dan yang kedua, pesan yang mungkin hanya saya saja yang begitu terkesan dengan perkataan lintang saat ia mengajari teman-temannya pelajaran sejarah, bahwa <strong>Soekarno adalah salah satu manusia paling cerdas yang pernah dimiliki bangsa ini</strong>. Entah kenapa kalimat ini begitu terngiang-ngiang di kepala. Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya saya tahu mengapa. Saya begitu mengingat kalimat tersebut karena saya mengetahui kelanjutan dari kalimat tersebut. <strong>Soekarno adalah salah satu manusia paling cerdas yang pernah dimiliki oleh bangsa ini, dan salah satu manusia paling cerdas lainnya adalah aku, Ari Gunawan</strong>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=45&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/10/14/laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/10/300px-laskar-pelangi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">300px-Laskar-Pelangi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sukses atau tidak</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/09/25/sukses-atau-tidak/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/09/25/sukses-atau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 05:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[“Banyak alumni jurusanku yang sekarang kerja di perusahaan asing di negeri ini” “Kamu tau, salah satu direktur perusahaan BUMN itu alumni jurusanku lho” “Lho jangan salah, ada alumni jurusanku yang sekarang jadi pejabat tinggi di negeri ini” Pernah mendengar percakapan seperti itu? Nampaknya pembicaraan seperti itu sudah tidak asing di telinga kita, khususnya ketika kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=41&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/09/success.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-90" title="jalan menuju sukses" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/09/success.jpg?w=200&#038;h=300" alt="jalan menuju sukses" width="200" height="300" /></a>“<em>Banyak alumni jurusanku yang sekarang kerja di perusahaan asing di negeri ini”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Kamu tau, salah satu direktur perusahaan BUMN itu alumni jurusanku lho”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Lho jangan salah, ada alumni jurusanku yang sekarang jadi pejabat tinggi di negeri ini”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernah mendengar percakapan seperti itu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nampaknya pembicaraan seperti itu sudah tidak asing di telinga kita, khususnya ketika kita bertemu teman lama yang sekarang sedang menjalani studi di jurusan yang berbeda dengan jurusan kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sadar atau tidak sadar kita telah meng-<em>judge</em> kesuksesan lulusan ITB dari dimana mereka bekerja, atau jabatan apa yang mereka pegang saat ini. Mungkin secara tidak langsung juga kita lebih melihat dari seberapa besar penghasilan mereka saat bekerja. Dan tentu saja akibatnya tidak sedikit dari kita yang bercita-cita untuk menyusul mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahkan mahasiswa ITB pun masih banyak yang berpikiran seperti itu. Rasanya sedih melihatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-41"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagian besar, bahkan hampir semua orang berpikiran untuk dapat bekerja dengan gaji yang sangat besar, naik pangkat dengan cepat, dan akhirnya dapat menjadi pemimpin perusahaan besar multinasional. Luar biasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jangan pernah berpikir bahwa cara berpikir seperti itu adalah cara berpikir yang sewajarnya dimiliki oleh mahasiswa mahasiswi ITB. Jangan pernah menganggap remeh pemikiran ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernah mendengar tentang kisah lulusan ITB yang menganggur bukan karena tidak ada tawaran kerja, tapi karena gaji yang ditawarkan kecil?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernah mendengar tentang kisah lulusan ITB yang katanya individualistis, tidak mau bersosialisasi ketika di lingkungan kerja yang berisi berbagai macam orang yang berasal dari berbagai macam kampus?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernah mendengar tentang kisah sebuah usaha yang dibangun oleh anak-anak ITB dalam beberapa saat saja hancur?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hal-hal seperti itu tidak lain adalah akibat dari pemikiran-pemikiran yang telah saya sebutkan di awal. Pemikiran seperti itu mengakibatkan timbulnya perasaan gengsi untuk bekerja di tempat bergaji kecil, timbulnya keengganan bersosialisasi dengan orang lain yang “tidak selevel”, perasaan merasa paling pantas untuk menjadi pemimpin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jangan pikir ini adalah hal yang kecil. Boleh jadi inilah salah satu penyebab terbesar dalam “kemandulan” ITB dalam menyelesaikan masalah bangsa ini. Semua lulusan ITB hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka hanya berpikir bagaimana dapat meraih mimpi-mimpinya ketika mereka masih menjadi mahasiswa. Dan saya yakin, setelah melihat mahasiswa-mahasiswi disekitar saya, bahwa mimpi-mimpinya adalah ambisi pribadi. Ingin terkenal, ingin punya jabatan tinggi, ingin kaya, dan ingin-ingin pribadi lainnya. Egois!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernah mendengar tentang kata KONTRIBUSI?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan adanya materi bakti sosial di tiap Ospek, ada juga divisi Pengabdian Masyarakat di tiap himpunan dan di BEM/KM tiap kampus. Mungkin saya yang tidak ikut Ospek Kampus, hanya ikut sebagian kecil dari ospek jurusan, dan tidak teralalu aktif di himpunan, hanya seorang anak kemarin sore yang tidak tahu apa-apa tentang arti sebuah kontribusi bagi mahasiswa. Tapi saya tahu betul bahwa saya tidak melihat kontribusi yang benar-benar kontribusi dari mahasiswa di sekitar saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernah mendengar tentang seorang bapak yang harus mengayuh rakit di rawa-rawa selama berhari-hari untuk membersihkan hulu sungai dari sampah agar air sungai dapat mengalir dengan baik kembali?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernah mendengar tentang seorang wanita yang pergi ke hutan belantara seorang diri untuk merawat seekor hewan langka yang hampir mati?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rasanya itu yang disebut kontribusi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mereka yang meskipun hanya berpendidikan rendah, mau bertindak bukan hanya untuk dirinya, bukan juga untuk keluarganya, tapi untuk kemaslahatan orang banyak, untuk kebaikan alam raya. Meskipun hanya memperoleh sedikit keuntungan yang mungkin hanya cukup untuk sesuap nasi, bahkan boleh jadi jangankan mendapatkan keuntungan, justru mereka harus mengeluarkan uang dari saku mereka sendiri untuk kontribusi mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan kita, yang katanya, kaum berpendidikan dengan tingkat intelektual yang tinggi?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mau jadi apa kita nanti setelah lulus kuliah?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=41&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/09/25/sukses-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/09/success.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">jalan menuju sukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ambisi</title>
		<link>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/09/25/ambisi/</link>
		<comments>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/09/25/ambisi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 04:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuboconcept</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuboconcept.wordpress.com/2008/09/25/ambisi/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di sebuah tempat makan. Saya bertemu dengan seorang kakak kelas sewaktu di SMA yang dulunya memiliki jabatan sangat tinggi di sebuah organisasi besar di sekolah dan nampaknya di kampus pun beliau memiliki jabatan yang cukup penting di sebuah organisasi. Kemudian beliau bertanya padaku, “Lagi aktif dimana?” karena tabiat saya yang agak malas menjelaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=40&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/09/ambition.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-100" title="ambisi" src="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/09/ambition.jpg?w=300&#038;h=216" alt="ambisi" width="300" height="216" /></a>Suatu hari di sebuah tempat makan. Saya bertemu dengan seorang kakak kelas sewaktu di SMA yang dulunya memiliki jabatan sangat tinggi di sebuah organisasi besar di sekolah dan nampaknya di kampus pun beliau memiliki jabatan yang cukup penting di sebuah organisasi. Kemudian beliau bertanya padaku, “Lagi aktif dimana?” karena tabiat saya yang agak malas menjelaskan amanah yang sedang diemban. Kemudian saya jawab, “Ga aktif dimana-mana, dimana-mana jadi rakyat biasa saja”. Lalu beliau mengernyitkan dahi seraya berkata, “Sayang ri, kalo ikut organiasasi tapi ga jadi apa-apa”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semenjak saat itu saya baru saja tersadar, ternyata inilah penjelasan untuk fenomena ini. Fenomena yang tiap hari kulihat di Indonesia, di Jawa Barat, di Bandung, bahkan di kampusku.<span id="more-40"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kebanyakan orang, termasuk mahasiswa, bahkan termasuk saya sendiri beberapa waktu lalu, masih memiliki paradigma yang sama. Memandang jabatan tinggi itu sesuatu yang keren, sesuatu yang terpuji, sesuatu yang membanggakan. Lihat bagaimana orang-orang berharap dirinya ditunjuk untuk menjadi danlap ospek agar terlihat keren oleh adik-adik angkatannya. Lihat juga bagaimana orang-orang yang berlomba-lomba, berkampanye untuk mendapatkan suatu posisi penting di suatu organisasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak masalah jika mereka berangkat dari panggilan nuraninya untuk berkontribusi lebih banyak, kemudian mereka melihat dan berpikir sehingga menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan mengambil jabatan tersebut maka ia akan dapat berkontribusi lebih banyak lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lain halnya dengan kebanyakan orang saat ini yang hanya berpikir bahwa menjadi ketua itu keren, menjadi danlap itu terpuji, menjadi kordiv acara itu membanggakan. Terlihat dari bagaimana mereka menjalankan jabatan-jabatan itu. Sungguh jika mereka masih saja berpikir seperti ini, maka bukan hal yang aneh ketika nanti, tiba waktunya kita memimpin negeri ini, maka mereka akan hadir sabagai oknum-oknum yang hanya mengejar jabatan untuk mendapatkan kemewahannya, untuk mendapatkan pujiannya, untuk mendapatkan hartanya. Persis seperti politikus-politikus busuk yang saat ini selalu mereka tentang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sungguh hal yang menarik, tanpa mereka sadari, mereka akan tumbuh dan menjelma menjadi sosok yang pernah mereka benci.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuboconcept.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuboconcept.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuboconcept.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuboconcept.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuboconcept.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuboconcept.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuboconcept.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuboconcept.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuboconcept.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuboconcept.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuboconcept.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuboconcept.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuboconcept.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuboconcept.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuboconcept.wordpress.com&amp;blog=3256571&amp;post=40&amp;subd=kuboconcept&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuboconcept.wordpress.com/2008/09/25/ambisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9833a531c621879994f09488c75fcb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuboconcept</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuboconcept.files.wordpress.com/2008/09/ambition.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ambisi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
