Posted by: kuboconcept | July 23, 2008

antara orang baik dan orang benar

Hari ini saya melihat beberapa acara berita di televisi. Seperti biasa, berita di negri kita dipenuhi dengan info-info menyedihkan dan menyeramkan. Jikalau pun ada info-info selain itu, biasanya info-info yang menarik dan banyak di bahas oleh stasiun-stasiun televisi indonesia adalah info-info tentang arits-artis kita dalam infotainmentšŸ˜€.

Kembali ke topik. Banyak diantara info-info menyedihkan dan menyeramkan itu dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang kita sebut penjahat atau gerombolan penjahat. Seringkali kita mendefinisikan para penjahat itu sebagai ā€œorang tidak baikā€ atau ā€œorang tidak benarā€.

Sebenarnya antara ā€œorang tidak baikā€ dan ā€œorang tidak benarā€ adalah dua hal yang sama sekali terpisah, tidak selalu keduanya berada dalam pribadi satu orang.

Akan saya kelompokkan manusia berdasarkan dua hal.

Hal pertama, manusia berdasarkan tindakannya

1. Orang baik

Adalah orang yang melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Orang seperti ini tentu saja disukai oleh kebanyakan orang karena kebaikannya.

2. Orang tidak baik

Adalah kebalikan dari orang tidak baik. Orang ini melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Orang seperti ini tentu saja tidak disukai oleh kebanyakan orang karena ketidakbaikannya.

Hal kedua, manusia berdasarkan motifnya dalam bertindak

1. Orang benar

Adalah orang yang melakukan sesuatu atau bertindak atas dasar pemikiran dan sesuai dnegan keyakinan yang ia yakini kebenarannya sepenuh hati. Orang seperti ini akan disukai jika apa yang ia yakini adalah kebaikan dan ia akan dibenci jika apa yang ia yakini adalah ketidakbaikan.

2. Orang tidak benar

Adalah orang yang melakukan sesuatu atau bertindak tidak atas dasar pemikirannya sendiri. Orang-orang seperti ini hidup dalam kepura-puraan. Apa yang ia lakukan hanya mengikuti apa yang orang-orang ingin ia lakukan.

Setelah mendefinisikan empat sifat manusia tersebut, dimana sesorang hanya dapat memiliki satu sifat dalam masing-masing hal, kita dapat menentukan apakah seseorang termasuk orang baik atau orang benar, dan orang benar atau tidak benar.

Hal tersebut perlu kita pahami karena banyak yang salah beranggapan karena ketidak pahaman akan konsep ini. Untuk orang baik dan benar, dan orang tidak baik dan tidak benar tentu saja orang-orang sudah paham betul dengan kedua jenis manusia seperti ini, bahkan orang-orang mungkin hanya menganggap hanya ada dua jenis manusia manusia di muka bumi ini yaitu kedua jenis manusia tersebut.

Padahal masih ada dua jenis manusia lagi yaitu orang baik tidak benar dan orang tidak baik tapi benar. Saya pernah bertemu dengaan orang-orang yang memiliki kriteria diantara dua jenis ini.

Untuk orang baik tidak benar, saya ambil contoh beberapa teman saya yang masuk pesantren atas keinginan orang tuanya. Saya tahu betul bahwa hal tersebut sangat membanggakan bagi orang tuanya, sampai-sampai seringkali saya ditawari oleh orang tua saya untuk mengikuti jejak teman-temannya yang telah memasukkan anak-anaknya ke pesanteren-pesantren terkenal, bahkan beberapan kali saya dibanding-bandingkan dengan ā€œsi anak pesantrenā€ itu. Tapi saya tetap berteguh hati untuk tetap di jalan ini, karena bagi saya jalan menuju surga tidak hanya ada di pesantrenšŸ˜‰. Kebanyakan dari mereka melakukan hal ini tidak sesuai dengan apa yang mereka yakini (maka dari itu saya menyebut mereka orang-orang yang tidak benar) sehingga kebaikan mereka sebagai ā€œanak pesantrenā€ (sholat berjamaah, mengaji, belajar, menghormati orang tua, menaati peraturan, dll) hanya sebuah kebaikan klise belaka. Kebaikan yang akan segera hilang ditelan masa, hingga akhirnya tibalah masa dimana mereka terbebas dari ā€œbelengguā€ pesantren, banyak diantara mereka yang bukan hanya meninggalkan kebaikan sebagai anak pesantren, bahkan mereka melakukan hal-hal buruk yang biasa dilakukan orang tidak baik.

Adapun orang tidak baik tapi benar, saya ambil contoh teman saya yang cukup terkenal yaitu Robin Hood. Dia mencuri dari orang-orang kaya di negri dimana ia tinggal kemudian hasilnya ia bagi-bagikan kepada rakyat miskin. Ia meyakini bahwa orang-orang kaya itu telah berbuat tidak adil dan rakyat-rakyat miskin menjadi korban ketidakadilan, itulah mengapa ia mengambil tindakan mencuri. Mencuri bukanlah tujuan utamanya, tujuan utamanya adalah mensejahterakan rakyat, rakyat mendapat keadilan. Ketika hal itu telah terwujud, maka ia tidak akan pernah mencuri kembali. Berbeda dengan orang yang tidak baik dan tidak benar yang jika kebiasaannya mencuri, maka ia akan terus mencuri untuk keuntungan dirinya sendiri.

Pengklasifikasian jenis manusia di atas hanya atas dasar pemikiran saya sendiri. Namun ini semua berdasarkan fakta yang terjadi dan rasa yang saya rasakan, karena itulah saya yakin akan keberadaannya sehingga kalau pun ada hal yang tidak sesuai, maka itu hanya permasalahan pemilihan kata. Saya tidak tahu kata-kata yang lebih pas daripada kata itu, atau bahkan mungkin bahasa indonesia belum memiliki kosakata untuk dapat menggambarkan pengklasifikasian manusia ini.

Jangan sampai kita salah dalam menilai orang karena ketika kita salah memilih orang maka kita telah salah dalam menjalani hidup.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: