Posted by: kuboconcept | September 25, 2008

ambisi

ambisiSuatu hari di sebuah tempat makan. Saya bertemu dengan seorang kakak kelas sewaktu di SMA yang dulunya memiliki jabatan sangat tinggi di sebuah organisasi besar di sekolah dan nampaknya di kampus pun beliau memiliki jabatan yang cukup penting di sebuah organisasi. Kemudian beliau bertanya padaku, “Lagi aktif dimana?” karena tabiat saya yang agak malas menjelaskan amanah yang sedang diemban. Kemudian saya jawab, “Ga aktif dimana-mana, dimana-mana jadi rakyat biasa saja”. Lalu beliau mengernyitkan dahi seraya berkata, “Sayang ri, kalo ikut organiasasi tapi ga jadi apa-apa”.

Semenjak saat itu saya baru saja tersadar, ternyata inilah penjelasan untuk fenomena ini. Fenomena yang tiap hari kulihat di Indonesia, di Jawa Barat, di Bandung, bahkan di kampusku.

Kebanyakan orang, termasuk mahasiswa, bahkan termasuk saya sendiri beberapa waktu lalu, masih memiliki paradigma yang sama. Memandang jabatan tinggi itu sesuatu yang keren, sesuatu yang terpuji, sesuatu yang membanggakan. Lihat bagaimana orang-orang berharap dirinya ditunjuk untuk menjadi danlap ospek agar terlihat keren oleh adik-adik angkatannya. Lihat juga bagaimana orang-orang yang berlomba-lomba, berkampanye untuk mendapatkan suatu posisi penting di suatu organisasi.

Tidak masalah jika mereka berangkat dari panggilan nuraninya untuk berkontribusi lebih banyak, kemudian mereka melihat dan berpikir sehingga menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dengan mengambil jabatan tersebut maka ia akan dapat berkontribusi lebih banyak lagi.

Lain halnya dengan kebanyakan orang saat ini yang hanya berpikir bahwa menjadi ketua itu keren, menjadi danlap itu terpuji, menjadi kordiv acara itu membanggakan. Terlihat dari bagaimana mereka menjalankan jabatan-jabatan itu. Sungguh jika mereka masih saja berpikir seperti ini, maka bukan hal yang aneh ketika nanti, tiba waktunya kita memimpin negeri ini, maka mereka akan hadir sabagai oknum-oknum yang hanya mengejar jabatan untuk mendapatkan kemewahannya, untuk mendapatkan pujiannya, untuk mendapatkan hartanya. Persis seperti politikus-politikus busuk yang saat ini selalu mereka tentang.

Sungguh hal yang menarik, tanpa mereka sadari, mereka akan tumbuh dan menjelma menjadi sosok yang pernah mereka benci.


Responses

  1. Duh, smoga kita terlindung dari segala niat yang salah…
    Kubo, di tengah diamnya di kelas kesling, msih terpendam pemikiran-pemikiran mendalam

  2. ambisi merubah dunia seringkali menutup mata dari jalan kebajikan…

  3. iyah,semoga kita terlindung dari segala niatan yang salah..amin..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: