Posted by: kuboconcept | November 6, 2008

kuliah untuk uang

mata duitan

Akhir-akhir ini saya merasa semakin geram dengan obrolan para mahasiswa ITB, khususnya mahasiswa-mahasiswa yang menempuh studi di jurusan-jurusan yang katanya favorit. Mungkin dikarenakan atmosfer kampus yang dipenuhi hawa-hawa dunia kerja, banyak mahasiswa yang sudah lulus dan sedang mencari kerja, banyak job-fair yang di gelar di kampus-kampus, banyak mahasiswa tingkat akhir yang gancar mencari beasiswa untuk studi ke luar negeri, banyak scholar-fair yang diadakan di hotel-hotel, dan masih banyak lagi faktor penyebab lainnya yang menyebabkan pembicaraan mahasiswa belakangan ini seputar tempat kerja, jenis pekerjaan, gaji, para alumni yang sukses, dan hal-hal semacamnya.

Sebenarnya tidak ada masalah dengan itu semua, membicarakan itu semua sah-sah saja. Namun yang membuat saya geram adalah seakan-akan itu semua menjadi alasan utama mahasiswa merasa dirinya harus menempuh masa-masa kuliah. Padahal bukan disana esensinya. ITB didirikan bukan untuk membuat seseorang menjadi konglomerat setelah lulus kuliah.

ITB didirikan untuk mendidik seseorang menjadi agent of change, seseorang yang akan memberikan kebahagiaan bagi rakyat negeri ini, seseorang yang akan berjuang untuk harga diri bangsa, seseorang yang akan memajukan bangsa ini. Sekali lagi, bukan hanya untuk mencetak konglomerat-konglomerat. Jika memang kemudian ketika dalam prosesnya sebagai agent of change, ia memperoleh banyak uang hingga menjadi konglomerat, tidak jadi masalah, namun perlu diingat bahwa juga tidak harus seperti itu.

Hari ini kita lihat bagaimana bobroknya Indonesia ini. Salah satu yang paling rusak adalah sektor industri yang tanpa disadari sedang membunuh pelan-pelan negeri kita ini. Pencemaran air, tanah, udara karena limbah industri yang tidak diolah sesuai prosedur bukan lagi hal yang aneh di negeri kita, pembangunan industri-industri di tempat-tempat yang semestinya bukan peruntukan industri menjadi pemandangan sehari-hari, dan banyak dampak-dampak negatif lain dari rusaknya sektor industri ini.

Memangnya siapa yang mampu dengan lihainya “menyembunyikan” dampak-dampak ini selain insinyur-insinyur dengan tingkat intelektual yang tinggi semacam sarjana-sarjana ITB?

Apakah mereka tidak menyadari akandampak negatif dari apa yang mereka lakukan?

Bagaimana mungkin tidak sadar sedangkan setidak-tidaknya setiap sarjana ITB telah mendapatkan kuliah tentang lingkungan ketika menjadi mahasiswa dulunya.

Bukan, bukan tidak sadar, tapi tidak mau sadar karena jika mereka sadar maka cita-cita mereka ketika mahasiswa untuk memiliki gaji yang sangat besar akan sangat sulit untuk dicapai.

Saya percaya bahwa jika saja sarjana-sarjana ITB sadar akan posisinya sebagai harapan bangsa ini, yang fokus pada usaha untuk memberikan kebahagiaan sejati bagi negeri ini, bukan malah hanya memikirkan dirinya sendiri, maka kebangkitan bangsa ini hanya tinggal menghitung hari saja.


Responses

  1. Setuju!!!
    Menghitung hari untuk kebangkitan bangsa?? Count me in!

  2. bareng-bareng yak🙂

  3. iyya..setuju bo..
    makanya kita harus kaya..!!
    kuliah yang bener,cepet2 lulus dari ITB dan.. perbaiki bangsa..
    semangat kawa..!🙂

  4. whoa… good thought🙂
    semoga makin banyak generasi muda yang berpikiran membangun bangsa
    *i still in the grey side haha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: