Posted by: kuboconcept | November 6, 2008

menyesal

menyesalSemua orang sudah tahu bahwa penyesalan itu selalu datang di akhir. Semua orang sudah merasakan bagaimana rasanya secangkir penyesalan. Namun sayangnya tidak banyak orang yang mengambil pelajaran dari penyesalan yang telah ia rasakan.

Padahal andai saja semua orang dapat mengambil pelajaran dari tiap penyesalan yang ia rasakan. Maka kesuksesan, kebahagiaan dunia dan akhirat bukanlah menjadi impian lagi.

Suatu ketika saya melihat seorang anak laki-laki, dari perawakannya sepertinya anak ini masih mengeyam pendidikan di SMP. Hal yang menjadi perhatian saya adalah dandanannya yang penuh dengan aksesoris di badannya. Dari mulai ujung rambut hingga unjung kaki, ia menggunakan barang-barang yang sedang trand di kalangan anak muda. Ketika melihat anak ini, rasanya saya merasakan sesuatu dalam diri saya. Saya merasa sedang melihat diri saya beberapa tahun yang lalu. Ya, beberapa tahun yang lalu saya adalah budak dari mode anak muda, mulai dari topi, baju, jaket, sabuk, kemeja, gelang, kaos kaki, sepatu, tas, bahkan tali sepatu mengikuti tren mode pada saat itu.

Rasanya malu…sekali jika ingat masa-masa itu, setiap kali berjalan rasanya ingin diperhatikan oleh orang lain karena saya merasa menjadi orang paling modis di tempat itu. Malu..malu..sekali. Rasanya menyesal telah menjadi anak seperti itu dahulu. Padahal saat itu rasanya bengga sekali seperti itu, tapi sekarang justru kebalikannya, jangankan bangga, rasanya ketika melihat anak yang seperti itu, kasihan sekali, menjadi budak mode, padahal untuk tetap mengikuti tren, menghabiskan banyak tenaga, uang, waktu, dan hal-hal lainnya tapi hasilnya hanya menakjubkan bagi kalangan yang sama- sama pengikut mode saja, tapi untuk orang yang lainnya, rasanya aneh melihatnya.

Saya jadi ingat, ketika SD rasanya ingin cepat lulus agar segera menjadi siswa SMP. Tapi ketika telah menjadi siswa SMP, rasanya ingin kembali ke masa-masa SD dan ingin segera menjadi siswa SMA. Tapi ketika menjadi siswa SMA, rasanya ingin kembali ke masa-masa SMA dan ingin segera menjadi mahasiswa. Tapi ternyata ketika telah menjadi mahasiswa, rasanya ingin sekali kembali ke masa-masa SMA, dan ingin segera lulus dan bekerja.

Tapi kemudian saya manjadi berprasangka, jangan-jangan suatu saat nanti ketika saya telah lulus dan bekerja, saya akan merindukan untuk menjadi mahasiswa kembali.

Saya menjadi mengerti, bahwa ada pelajaran penting dibalik setiap penyesalan, yaitu Boleh jadi apa yang kita lakukan saat ini pun akan kita rindukan atau bahkan kita sesali di kemudian hari, maka berjuanglah sekeras mungkin, nikmati masa-masa sekarang, seburuk apapun bagi kita, agar ketika tiba waktunya, kita tidak akan menyesal karena kita telah melakukan yang terbaik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: