Posted by: kuboconcept | March 2, 2010

1001 jalan

Kita sering mendapatkan semacam tips-tips yang sudah terbukti jitu untuk mencapai sesuatu, baik dari buku, training, teman, atau dari mana pun. Namun seringkali juga kita mendapati bahwa kita tidak lebih baik setelah menjalankannya, keadaan tidak sebaik yang dialami si pemberi tips tersebut. Apa gerangan yang terjadi?Suatu ketika saya mengikuti sebuah training motivasi yang dibawakan oleh seorang trainer terkemuka di Indonesia. Training ini bertujuan untuk membuat peserta menjadi seorang pengusaha sukses. Entah mengapa saya merasa ada yang janggal. Training ini hanya berisi kisah perjalanan sang trainer dalam mencapai kesuksesan yang telah ia raih. Saya merasa training ini seperti ulasan biografi sang trainer. Terlebih ketika dia menjabarkan secara detil mengenai langkah-langkah yang ia tempuh. Terasa dengan jelas bahwa dia ingin menyampaikan “lakukan apa yang telah ku lakukan, maka kau akan sukses seperti aku”.

Hal seperti itulah yang saya pikir menyebabkan seseorang tidak mencapai kesuksesan seperti yang telah diraih panutannya. Meniru kesuksesan seseorang tidak berarti harus berjalan melalui jalur yang persis dilalui oleh orang tersebut. Poin pentingnya bukan pada apa yang dia lakukan, tapi pada apa esensi dibaliknya.

Ibarat ada seseorang, kita sebut Andi, yang ingin mencapai suatu tempat, tentu saja tidak hanya ada satu jalur untuk mencapai tempat tersebut. Ada jalur darat biasa, jalur hutan, jalur air, jalur gersang, dan jalur-jalur lainnya. Tiap-tiap jalan memiliki karakter masing-masing. Sekarang pertanyaannya, jalur mana sebaiknya yang ditempuh Andi? Dengan logika sederhana kita dapat menjawab, jalur yang terbaik baginya adalah jalur yang sesuai dengan kemampuan yang dia miliki, artinya setiap orang sangat mungkin berbeda jalur terbaiknya karena kemampuan setiap orang berbeda-beda. Jika kemudian terdapat orang, kita sebut Budi, yang pernah mencapai tempat tersebut dengan sangat baik dan Budi membagi ceritanya kepada Andi, cerita tersebut dapat menjadi inspirasi yang baik bagi Andi, tapi sangat salah jika kemudian tanpa pertimbangan yang matang, Andi langsung memilih jalur yang sama dengan jalur yang Budi tempuh dengan alasan jalur tersebut sudah “teruji” karena sudah terbukti membawa seseorang (Budi) mencapai tempat tersebut dengan baik, padahal kemampuan Andi dan Budi belum tentu sama, bahkan sangat kecil kemungkinannya unuk sama. Misalkan Budi mengambil jalur sungai, mungkin Budi mengambil jalur itu karena dia sangat pandai berenang, tapi Andi sama sekali tidak bisa berenang, sehingga memilih jalur sungai yang sudah “teruji” akan menjadi petaka bagi Andi.

Kita tahu bahwa manusia diciptakan secara “unik” oleh Allah. Tidak ada yang persis sama satu pun, bahkan bagi kembar identik sekalipun. Maka kemampuan, kelebihan, sifat, dan pribadinya pun pasti berbeda satu sama lain. Sehingga jika kita melihat ilustrasi sebelumnya, jalur terbaik kita menuju suatu tujuan pun pasti sudah Allah persiapkan secara “unik”.

Jadi berhati-hatilah, seringkali masyarakat kita menganggap jalur yang sudah “teruji” adalah jalur terbaik bagi semua orang sehingga hampir semua orang memilih jalur tersebut dan menganggap orang yang memilih jalur lain tidak akan pernah mencapai tujuan, padahal hal tersebut salah besar. Sebagi contoh, dalam anggapan masyarakat, untuk menjadi sukses itu harus dimulai dari meniti ilmu di tempat pendidikan formal, dari mulai SD sampai minimal bergelar S1, padahal kita tahu bahwa terdapat banyak sekali orang-orang yang super sukses tapi sama sekali tidak memiliki gelar sarjana, bahkan sebagian dari mereka tidak tamat sekolah, artinya bagi sebagian orang, kuliah adalah jalan yang terbaik menuju kesuksesan, tapi bagi sebagian yang lain kuliah justru menghambat menuju kesuksesan.

Jadi, kisah sukses orang lain boleh menjadi inspirasi kita, tapi bukan untuk ditiru mentah-mentah. Jangan pernah menjadi orang yang hanya ikut-ikutan, yakini betul bahwa langkah yang kita ambil adalah langkah terbaik bagi kita.

Kenali diri. Temukan jalur sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: