Posted by: kuboconcept | March 31, 2010

UN bukanlah ujian [yang sebenarnya]

Bulan Maret adalah bulan yang sangat menegangkan bagi teman-teman kelas 9 (3 SMP) dan 12 (3 SMA), soalnya di bulan ini mereka menghadapi Ujian Nasional (UN). Ujian yang mengevaluasi hasil belajar selama 3 tahun terakhir. Hampir semua peserta UN dilanda ketegangan yang tentu saja bukan hanya saat ujian berlangsung, tapi jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu saat-saat persiapan menghadapi UN. Bisa kita lihat dari status-status facebook mereka: “Atulah, naha kudu aya UN sih?”,”UN bentar lagi @_@”,”Daripada ngerjain UN, mendingan maen PS da…”, dll.

Sebenaranya jika kita lihat lebih dalam peristiwa UN ini, ada pelajaran yang sangat berharga yang bisa kita ambil. Kita sering lupa bahwa sebenarnya hidup ini adalah sebuah ujian bagi kita semua. Dan peristiwa UN ini menjadi sebuah simulasi hidup yang amat sangat baik sekali bagi yang pernah menjalaninya.

Jika kita ingat-ingat saat menghadapi UN, ada beberapa hal yang kita lakukan dan rasakan agar dapat sukses menghadapi UN. Dari sana kita dapat mengambil pelajaran bahwa dalam menjalani ujian hidup ini pun kita seharusnya melakukan dan merasakan hal yang serupa agar hidup kita sukses. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ketahui dan mengerti materi yang akan diujikan

Jelas kita harus tau materi apa aja yang bakal diujikan di UN karena soal-soal yang akan keluar pastilah hanya dari bab-bab yang sudah ditentukan saja. Juga bukan sekedar tau saja,tapi juga harus ngerti dan bisa ngerjain soal-soalnya biar dapet nilai bagus.

Begitu pun halnya dalam kehidupan ini.
Kita harus tau hal-hal apa aja yang jadi kewajiban kita saat hidup di dunia ini. Ibadah-ibadah wajib apa yang harus kita laksanakan, ibadah-ibadah sunah apa yang dapat menambah pahala kita, dll. Bukan sekedar tau, tapi juga harus melaksanakan semuanya dengan baik dan benar. Tentunya agar kita selamat dunia dan akherat.

2. Saling bekerja sama

Belajar kelompok adalah salah satu jurus paling jitu agar bisa lulus UN dengan baik. Melalui balajar kelompok, kita akan lebih mudah dan lebih cepat dalam memahami materi-materi yang akan diujikan sehingga mempermudah kita dalam menghadapi soal-soal UN.

Begitu pun halnya dalam kehidupan ini.
Kita sering mendengar istilah “Manusia adalah makhluk sosial”, artinya kita tidak hidup sendirian. Kita harus saling membantu dalam menjalani kehidupan ini. Ga boleh egois, sombong, maunya menang sendiri, merasa paling jago, ga mau berbagi dan menolong orang tak berdaya. Jangan lupa bahwa semua nikmat ini hanyalah titipan dari Allah SWT. Ingatlah bahwa hakikat dari adanya perbedaan adalah agar kita bisa saling tolong menolong dalam menuju kesuksesan dunia dan akherat bersama-sama.

3. Merasa was-was

Tidak dapat dipungkiri bahwa hari-hari sebelum UN adalah hari-hari yang menegangkan dan menakutkan. Takut ga lulus lah, takut ga bisa ngerjain lah, takut lembar jawaban sobek lah, takut tiba-tiba mules pas ujian lah, dan takut-takut lainnya.

Begitu pun halnya dalam kehidupan ini.
Orang yang benar-benar beriman tentunya akan selalu was-was dalam hidupnya. Takut ajal tiba-tiba datang, takut amal-amalnya tidak diterima, dll. Sehingga setiap jam, setiap menit, setiap detik hanya diisi dengan melaksanakan segala perintah-Nya.

4. Ikuti aturan yang berlaku

Sebelum UN biasanya kita diberikan penjelasan mengenai aturan-aturan yang harus kita patuhi saat ujian. Aturan ini mutlak harus dipatuhi jika ingin sukses menjalani UN. Percuma meskipun kita tau jawaban yang benar dari setiap soal tapi kita mengisi lembar ujian menggunakan crayon atau cat air,  tentu saja lembar jawabannya tidak akan diproses sehingga otomatis dianggap salah. Atau pergi ke tempat ujian pake kemeja pantai, celana pendek, sendal capit, plus kacamata hitam, dijamin diusir sama penjaga sekolah plus diteriaki “orang gila!”.

Bagitu pun halnya dalam kehidupan ini.
Ada aturan-aturan yang harus kita patuhi agar selamat dunia akherat. Beribadah itu ada aturannya. Misal, sholat subuh itu dua rakaat, jangan mentang-mentang udah mandi jadi masih seger, trus kita sholat subuhnya 12 rakaat, bukannya dapet bonus pahala, yang ada sholat subuhnya ga diterima sama sekali. Ya, semua ada aturannya, ga usah lebay, ga usah bingung. Semua telah diatur agar kita selamat dunia dan akherat.

5. Hasil kerjaan kita akan dievaluasi

Beberapa hari setelah UN, lembar jawaban kita akan diperiksa dan diumumkan nilainya. Semua peserta tentunya berharap mendapat nilai yang baik karena nilai inilah yang akan menentukan kita lulus UN atau tidak.

Begitu pun hal nya dalam kehidupan ini.
Seringkali kita lupa bahwa segala perbuatan kita akan diperhitungkan. Kita terlena berbuat buruk tanpa merasa itu salah dan tanpa takut akan hari pembalasan, padahal segala perbuatan yang kita lakukan di dunia, suatu saat nanti akan dievaluasi, apakah lebih banyak berbuat baiknya, atau justru lebih banyak berbuat buruknya. Dan hasil perhitungan inilah yang akan menentukan tempat manakah yang layak untuk kita, surga kah? atau malah neraka?

Tentu saja UN tidak sepenuhnya mirip dengan sistem ujian hidup kita. Misalnya, sistem penilaian UN yang hanya bergantung pada hasil tidak peduli pada proses, sedangkan dalam hidup ini proses lah yang paling penting karena hasil hanyalah kuasa Allah SWT, dan masih ada lagi perbedaan-perbedaan lainnya. Tapi meskipun begitu, UN telah memberikan kepada kita sebuah pengalaman yang baik tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi sebuah ujian.

Jangan lupa bahwa hidup kita ini pada hakikatnya adalah sebuah ujian. Jadi mari kita hadapi hidup ini sebagaimana selayaknya kita sedang menghadapi sebuah ujian super besar. Agar kita dapat selamat dunia dan akhirat. Amin…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: