Beberapa waktu yang lalu kita mendapat kabar gembira bahwa batik diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh badan pendidikan dan kebudayaan dunia (UNESCO). Sesuatu yang sangat membanggakan tentunya. Beberapa waktu sebelumnya penggunaan batik cukup marak karena sedang santer masalah peng-klaim-an batik oleh malaysia. Namun sebelum terjadi masalah peng-klaim-an itu, seringkali batik hanya dianggap sebagai sebuah “seragam” pelengkap dalam acara-acara adat resmi seperti pernikahan, syukuran, khitanan, dll tanpa memandang batik sebagai salah satu warisan kekayaan budaya bangsa kita sehingga mungkin tidak sedikitpun terasa kebanggaan saat memakainya.
Batik hanya salah satu dari sekian banyak budaya yang dimiliki bangsa kita. Kejadian hampir “dicuri”nya batik oleh bangsa lain sangat mungkin terjadi pada budaya-budaya kita yang lainnya. Sayangnya seringkali kita tidak sadar akan hal itu. Setelah terancam “dicuri”, baru lah kita ngamuk-ngamuk.
Kita seringkali tidak sadar bahwa gaya hidup kita sendiri lah sebenarnya yang membuat kita “kehilangan” budaya kita. Mirisnya lagi, kita bangga melakukannya.







